Menjual batik ke masyarakat pecinta batik | Kayamara Konveksi | 085647595948 Seragam, Kaos, Tas, Masker, APD
0271-8202839
085647595948
WA / SMS / TELEGRAM

Menjual batik ke masyarakat pecinta batik

Tahap Masyarakat pecinta dan pembudidaya batik Tradisional (Traditional Society Stage) Masyarakat pecinta dan pembudidaya batik tradisional merupakan masyarakat pecinta dan pembudidaya batik yang masih belum produktif relatif primitif dan masih dipengaruhi oleh pikiran-pikiran yang tidak rasional secara turun temurun. Sistem ekonomi belum berorientasi pasar belum ada aplikasi Iptek dan jumlah produksinya terbatas. Sebagian besar sumber daya penduduknya digunakan untuk sektor pertanian mobilitas penduduknya rendah dan hubungan kekeluargaan dan kesukuan masih mendominasi dalam organisasi kemasyarakat pecinta dan pembudidaya batikan. 2. Tahap Prakondisi Tinggal Landas (Precondition for Take Off Stage) Pada fase ini masyarakat pecinta dan pembudidaya batik sedang menuju pada perubahan dalam berbagai bidang. Masyarakat pecinta dan pembudidaya batik mulai mengubah teknologinya ke arah yang lebih produktif dan efisien. Budayanya juga lebih produktif sehingga masyarakat pecinta dan pembudidaya batik mulai menabungkan pendapatannya di lembaga-lembaga produktif seperti di bank. Dengan terakumulasinya modal di bank para pengusaha dapat memperluas usahanya dan perekonomian dapat bergerak ke arah kemajuan. 3. Tahap Lepas Landas (Take Off Stage) Pada tahap ini berbagai usaha produktif terus berkembang sehingga terjadi pertumbuhan ekonomi yang cukup berarti untuk memacu berbagai aspek pem¬bangunan. Terciptanya pembaruan di berbagai sektor ke arah yang lebih produktif dan efisien. Akumulasi modal terus bertambah dan industri menjadi sektor yang memimpin dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional terus bertambah diikuti dengan pertumbuhan pendapatan perkapita penduduknya. 4. Tahap Gerak Menuju Kematangan (Drive for Maturity Stage) Pada tahap ini kegiatan ekonomi KAIN BATIK MURAH SOLO KAIN BATIK MADURETNO KAIN BATIK MURAH ONLINE suatu negara terus mengalami pertumbuhan secara teratur dan penggunaan teknologi modern semakin meluas. Investasi terus berkembang sehingga struktur ekonomi terus mengalami perubahan. Industri berkembang ke arah industri hulu yang padat modal. Bab 1 Negara Berkembang dan Negara Maju 5. Tahap Konsumsi Tinggi (Age of High Consumption Stage) Pada tahap ini perkembangan industri lebih mengarah pada produksi yang tahan lama. Sektor jasa berkembang pesat terutama jasa keahlian. Pendapatan perkapita sangat tinggi sehingga daya beli masyarakat pecinta dan pembudidaya batik pun sangat tinggi termasuk untuk pemenuhan kebutuhan sekunder dan tersier. Perkembangan atau kemajuan suatu negara dengan negara lain berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kualitas sumber daya manusia tingkat perkembangan ekonomi keadaan sumber daya alam dan tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk mengidentifikasi suatu negara dikategori¬kan negara maju atau negara berkembang kita dapat melihat hasil pembangunan negara tersebut baik pembangunan fisik maupun pembangunan nonfisik. Pembangunan fisik misalnya pembangunan jalan raya gedung sekolah tempat-tempat ibadah rumah sakit dan sebagainya. Sedangkan pembangunan nonfisik antara lain ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kejujuran kedisiplinan kecerdasan tanggungjawab kesetiakawanan dan sebagainya. Negara-negara yang sudah berhasil dalam pembangunan disebut negara maju. Sedangkan negara yang sedang giat-giatnya membangun disebut negara berkembang. Berikut ini beberapa indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan suatu negara. 1. Peningkatan Pendapatan Perkapita Pendapatan perkapita adalah rata-rata pendapatan penduduk suatu negara dalam satu tahun. Pendapatan perkapita dihitung dari pendapatan nasional kotor dibagi jumlah penduduk. Keterangan: GNP = Gross National Product (pendapatan nasional kotor) P = Population (jumlah penduduk) Menurut data World Population Sheet tahun 2001 rata-rata pendapatan perkapita penduduk di negara-negara maju sekitar US$ 20.520 sedangkan negara berkembang rata-rata hanya US$ 3.300. Sementara itu rata-rata pendapatan perkapita penduduk dunia adalah US$ 6.650. 2. Penurunan Masyarakat pecinta dan pembudidaya batik Miskin Kemiskinan merupakan salah satu ciri masyarakat pecinta dan pembudidaya batik di negara-negara terbelakang dan negara berkembang. Kondisi ini sangat kentara terjadi di beberapa negara Afrika misalnya Somalia. Pemerintah di negara-negara berkembang saat ini sedang berusaha sekuat tenaga untuk mengurangi jumlah masyarakat pecinta dan pembudidaya batik miskin agar bisa sejajar dengan negara-negara maju. 3. Penurunan Kesenjangan Penerimaan Pendapatan Masalah kesenjangan pendapatan juga merupakan masalah yang menimpa negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Oleh karena itu muncul kalimat bernada sindiran “yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin”. Di negara¬negara maju selisih (jarak) pendapatan antara golongan kaya dan miskin tidak terlalu jauh. 4. Penurunan Kematian Bayi Tingkat kematian bayi merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan suatu bangsa karena tingkat kematian bayi menentukan tingkat kesehatan penduduk bangsa tersebut. Pada tahun 2001 data World Population Sheet menunjukkan rata-rata kematian bayi di negara-negara maju sebesar 8 jiwa untuk setiap 1.000 penduduk. Di negara-negara berkembang sebesar 61 jiwa per 1.000 penduduk. Sedangkan rata-rata di dunia besar angka kematian bayi adalah 56 jiwa per 1.000 penduduk. 5. Penurunan Angka Buta Huruf Angka buta huruf suatu negara berkaitan dengan tingkat pendidikan penduduk. Negara-negara yang rata-rata pendidikan penduduknya tinggi memiliki angka buta huruf yang rendah. Sebaliknya di negara-negara yang tingkat pendidikan penduduknya rendah angka buta hurufnya juga tinggi. Tingkat pendidikan merupakan salah satu indikator kualitas penduduk suatu negara. 6. Penurunan Pertumbuhan Penduduk Bangsa-bangsa di negara berkembang rata-rata memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara maju. Oleh karena itu kebanyakan pemerintah negara berkembang melakukan pencanangan usaha pengendalian jumlah penduduk. Usaha tersebut antara lain dilakukan melalui program KAIN BATIK N KAIN BATIK NUSANTARA KAIN BATIK NTT Keluarga Berencana seperti yang digalakkan di Indonesia. Dewasa ini pertumbuhan penduduk di negara-negara maju berkisar 01 % per tahun. Di negara-negara berkembang masih cukup tinggi yaitu 16% per tahun. Sedangkan rata-rata pertumbuhan penduduk dunia sekitar 13% per tahun. Bab 1 Negara Berkembang dan Negara Maju B. Negara Berkembang Pada umumnya negara berkembang terdapat di Benua Asia Afrika dan Amerika Latin. Negara-negara di benua-benua ini pada masa lalu mengalami sejarah kelam sebagai negara terjajah. Faktor sejarah ini menjadi salah satu penyebab lambatnya perkembangan negara-negara di benua-benua tersebut. Negara-negara berkembang pada umumnya memiliki taraf hidup yang rendah di bawah rata-rata taraf hidup penduduk dunia. Namun demikian ada juga negara-negara pada benua tersebut yang memiliki taraf kehidupan yang lebih baik seperti Saudi Arabia Singapura Korea Selatan dan Jepang. Sebagian besar negara-negara berkembang berada di belahan bumi Selatan oleh karena itu negara-negara berkembang sering pula disebut “Negara-Negara Selatan”. Meskipun demikian tidak dapat disimpulkan bahwa ketertinggalan pembangunan (kemajuan) yang dicapai negara-negara berkembang adalah karena mereka terletak di belahan bumi Selatan. Negara berkembang pada umumnya dicirikan dengan kompleksitas permasalahan. Berikut ini ciri-ciri negara berkembang. 1. Tingkat Kehidupan yang Rendah Negara berkembang antara lain ditandai dengan rata-rata kehidupan penduduknya yang rendah. Hanya sekelompok kecil penduduknya yang memiliki taraf kehidupan yang memadai. Kesenjangan ekonomi antara kelompok elit dan kelompok miskin sangat lebar. Rendahnya tingkat kehidupan masyarakat pecinta dan pembudidaya batik negara berkembang ini dapat dilihat dari tingkat pendapatan perkapita keadaan perumahan sarana kesehatan tingkat pendidikan angka kematian tingkat harapan hidup dan tingkat rasa putus asa masyarakat pecinta dan pembudidaya batiknya. 2. Tingkat Produktivitas Rendah Rendahnya tingkat produktivitas ini merupakan efek lanjut dari rendahnya tingkat kehidupan. Penyebab rendahnya produktivitas ini antara lain karena rendahnya kualitas tenaga kerja kurang modal kurang sumber daya alam etos kerja rendah tingkat pendidikan rendah dan manajemen yang kurang baik. 3. Tingkat Pertumbuhan Penduduk Tinggi Sekitar dua per tiga penduduk dunia merupakan penduduk di negara berkembang. Penyebabnya adalah pertumbuhan penduduk di negara berkembang yang tinggi. Negara berkembang masih kesulitan untuk menekan angka kelahiran kasar hingga di bawah 20. 4. Angka Beban Ketergantungan Tinggi Akibat dari pertumbuhan penduduk yang tinggi menyebabkan jumlah anak-anak semakin bertambah. Hal inilah yang menyebabkan tingginya angka ketergantungan (dependency ratio) di negara berkembang. 5. Angka Pengangguran Tinggi Bentuk pengangguran di negara berkembang yang utama adalah pengangguran semu dan pengangguran terbuka. Pengangguran semu antara lain tampak dari adanya orang-orang yang bekerja kurang dari KAIN BATIK NYONYA KAIN BATIK NUSA TENGGARA apa yang dapat mereka kerjakan dan orang-orang yang bekerja secara penuh tetapi produktivitasnya begitu rendah. Sedangkan pengangguran terbuka tampak dari banyaknya orang-orang yang ingin bekerja tetapi tidak ada pekerjaan yang tersedia untuk mereka. 6. Ketergantungan pada Produksi Pertanian dan Ekspor Produksi Primer Sekitar 80% penduduk negara berkembang tinggal di pedesaan (di negara maju hanya sekitar 30%). Jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian sekitar 69% (di negara maju hanya sekitar 18%). Sementara itu kontribusi sektor pertanian terhadap pendapatan nasional sekitar 30% (di negara maju hanya sekitar 5%). Nilai ekspor dari produksi primer (hasil-hasil pertanian dan pertambangan) mencapai 70% dari nilai ekspor keseluruhan. Negara-negara maju kegiatan ekspornya lebih banyak dari produksi sekunder dan tersier (perdagangan industri dan jasa). 7. Ketergantungan dalam Hubungan Internasional Ketimpangan yang mencolok di berbagai bidang antara negara maju dan negara berkembang menyebabkan negara maju bisa mengendalikan perekonomian negara-negara berkembang. Akibatnya negara-negara berkembang gampang didikte oleh negara-negara maju. Kehidupan negara-negara berkembang banyak yang tergantung dari pinjaman negara-negara maju. Sebagian besar negara-negara di dunia adalah negara miskin dan berkembang. C. Contoh Negara Berkembang 1. India India merupakan salah satu negara terkenal di Benua Asia. Banyak hal yang dapat diketahui tentang negara India karena negara ini termasuk negara yang lahir dari kebudayaan yang cukup tua yaitu kebudayaan Mahenjodaro dan Harappa atau kebudayaan Sungai Indus. Sungai-sungainya juga terkenal antara lain Sungai Gangga Sungai Brahmaputra Sungai Indus Sungai Godavari dan Sungai Cauvery. Saat ini orang lebih mengenal India sebagai negara dengan industri film bollywood. Layar televisi Indonesia setiap hari selalu menampilkan film-film buatan India. Kalau Amerika Serikat memiliki Hollywood maka India punya Bollywood sebagai pusat pembuatan film-film India. Nama Negara : Republik India Luas Wilayah : 3.287.590 km2 Bentuk Pemerintahan : Republik Bab 1 Negara Berkembang dan Negara Maju Sumber : Ensiklopedia Geografi Jilid 3 2006 Peta negara India a. Keadaan Alam India terletak di antara 8°LU – 37°LU dan 67 12 °BT – 98°BT. Secara geografis India terletak di kawasan Asia Selatan membentuk sebuah semenanjung besar yang seolah terpisah dari Benua Asia oleh Pegunungan Himalaya. Oleh karena itu negara ini dinamakan Anak Benua Asia. Berikut ini batas-batas wilayah negara India. dan subtropis di bagian Utara. Musim dingin jatuh pada bulan Oktober sampai Februari. Pada saat ini bertiup angin muson Timur Laut dari daratan Asia yang menyebabkan terjadinya musim kemarau kecuali di bagian Tenggara yang memperoleh sedikit hujan akibat angin muson

Menjual batik ke masyarakat pecinta batik

Rp ,-

Informasi dan Pemesanan :

0271-8202839
085647595948
WA / SMS / TELEGRAM

Hubungi kami dengan Chat WA









Hubungi kami dengan Chat WA




Hubungi kami dengan Chat WA




Katalog Motif Kain Batik


Katalog Motif Seragam Batik


Katalog Motif Jarik


Hubungi kami dengan Chat WA