KEMERDEKAAN MEMBUAT BATIK SEMAKIN MEMPOPULER | Kayamara Konveksi | 085647595948 Seragam, Kaos, Tas, Masker, APD
0271-8202839
085647595948
WA / SMS / TELEGRAM

KEMERDEKAAN MEMBUAT BATIK SEMAKIN MEMPOPULER

Jepang sebagai saudara tua bangsa Indonesia Jepang akan memberi kemerdekaan pada Indonesia JENDRAL SUDIRMAN MENYUKAI KAIN BATIK BALI BERMOTIF KAIN BATIK BERASAL DARI BALI (IKLAN) KT00200 Batik Cap Kabut Angkasa 1 Jenderal Sudirman Jenderal Gatot Subroto 1 0 . Sebab khusus terjadinya Perang Dunia II adalah … . adanya perlombaan senjata terbunuhnya putra mahkota Austria di Sarajevo Polandia diserang oleh Jerman munculnya negara-negara fasis 1 1 . Pemimpin yang giat melakukan gerakan bawah tanah adalah … . Amir Syarifudin Moh. Hatta Sutan Syahrir Ir. Soekarno 1 2 . Semula kedatangan Jepang disambut baik oleh bangsa Indonesia karena Jepang memberi propaganda-propa¬ganda berikut kecuali … . Jepang akan membebaskan seluruh bangsa Asia dari penjajah Barat Indonesia-Nippon dalam keduduk¬an yang sama Jepang sebagai saudara tua bangsa Indonesia Jepang akan memberi kemerdekaan pada Indonesia 1 3 . Pusat Tenaga Rakyat dibentuk dengan tujuan … . mempersatukan pemuda Indonesia untuk melawan Jepang memutuskan seluruh kekuatan rakyat untuk membantu Jepang menyatukan tekad Indonesia untuk mencapai kemerdekaan bekerja sama dengan Jepang untuk mengusir bangsa Barat Bab 2 Perang Dunia II dan Pengaruhnya Terhadap Indonesia (1939 – 1945) 51 1 4 . Jepang membentuk organisasi tenaga militer di Indonesia dengan tujuan … . untuk memperkuat pertahanan di Asia menyaingi kekuatan tentara Sekutu untuk menghadapi serbuan tentara Sekutu ke Indonesia mengadakan pembaruan bidang kemiliteran di Indonesia 1 5 . Alasan Putera dibubarkan oleh Jepang adalah … . kekurangan modal untuk me-ngembangkan Putera lebih bermanfaat bagi bangsa Indonesia daripada Jepang minat pemuda Indonesia kecil untuk masuk Putera sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan situasi 1 6 . Paham fasisme di Jerman muncul di-sebabkan … . kejayaan masa lampau yang di-buktikan dengan adanya sejumlah ilmuwan yang berasal dari ras Nordik (Arya) Jerman ingin menjadi negara adikuasa Revolusi Industri ekspansi Jerman ke negara-negara lain 7 . Salah satu tindakan Jerman untuk mewujukan kejayaan adalah … . membangun angkatan perang yang kuat memperluas wilayahnya menduduki kota Danzig menyingkirkan tokoh-tokoh politik antimiliter 1 8 . Hal-hal yang dilakukan Mussolini untuk mencapai kejayaannya adalah … . menguasai seluruh Laut Tengah memperkaya diri melalui penarikan pajak semua organisasi politik dibubarkan mengerjakan kembali tanah pertanian 1 9 . Perkembangan Jepang menjadi negara imperialisme dilatarbelakangi oleh …. munculnya negara fasisme Jerman dan Italia kekalahan Jepang oleh Sekutu perekonomian Jepang terpuruk dibomnya kota Nagasaki dan Hiroshima oleh Sekutu 2 0 . Yang mendasari Jepang melakukan serangan ke Pearl Harbour adalah … . keinginan menjadi negara adikuasa melumpuhkan dan menghancurkan kekuatan militer Amerika Serikat modernisasi negaranya agar disegani negara-negara lain di seluruh dunia B. Jawablah dengan singkat dan benar! 1 . Sebutkan empat organisasi semi militer pada zaman pendudukan Jepang! 2 . Sebutkan empat sebab-sebab umum munculnya paham fasisme di Jerman! 3 . Sebutkan negara-negara yang terlibat Perang Dunia II! 4 . Apa Latar belakang Sekutu membentuk ABDACOM? 5 . Apa tujuan didirikan organisasi Putera oleh Jepang? 6 . Jelaskan tujuan dibentuknya Pemuda Pembela Tanah Air (PETA)! 7 . Mengapa Gerakan 3A akhirnya dibubarkan oleh Jepang? 8 . Bagaimana organisasi Putera dimanfaatkan oleh tokoh nasional kita? 9 . Jelaskan pengaruh Perang Dunia II terhadap kondisi sosial politik dan ekonomi di Indonesia! 10. Mengapa Jepang melakukan serangan ke Pearl Harbour? Peta Konsep DENGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN MAKA KAIN BATIK BALI MURAH KAIN BATIK BALI DARI PELEPAH PISANG TETAP LESTARI (IKLAN) Bab 3 Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan (1945 – 1949) Kekalahan Jepang Pada Pd Ii Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan (1945 – 1949) Sumber: 30 Tahun Indonesia Merdeka 1981 Jenderal Sudirman seorang tokoh yang gigih berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa. Pendahuluan Pada bab 2 kalian telah mempelajari tentang terjadinya Perang Dunia II (PD II). Dalam PD II Jepang mengalami kekalahan terhadap pihak Sekutu sehingga di Indonesia terjadi kekosongan kekuasaaan. Saat itu Jepang dalam tahap menunggu kedatangan Sekutu untuk mengambil alih Indonesia. Pada saat itu juga pemimpin-pemimpin Indonesia tidak menyia-nyiakan kesempatan emas itu. Dikumandangkanlah Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Rakyat Indonesia menyatakan berdaulat penuh. Proklamasi kemerdekaan bukanlah akhir perjuangan bangsa Indonesia tetapi merupakan awal kehidupan baru bagi bangsa Indonesia setelah lepas dari penjajahan bangsa asing. Jadi masyarakat Indonesia masih mempunyai tugas yang berat yaitu mempertahankan kemerdekaan yang telah dicapai. Usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan sangatlah berat sebab yang dihadapi oleh bangsa Indonesia tidak hanya Jepang tetapi juga Sekutu dan Belanda yang ingin menanamkan kembali kekuasaannya di Hindia Belanda (Indonesia). Perjuangan yang dilakukan bangsa Indonesia melalui dua cara yaitu melalui cara diplomasi dan perjuangan secara fisik. Meski demikian para pemimpin Indonesia lebih suka menggunakan cara diplomasi di forum internasional dengan tujuan untuk mendapatkan simpati dari dunia internasional yang pada akhirnya nanti mau mengakui kedaulatan RI. Pengakuan kedaulatan dari negara lain sangatlah penting karena kemerdekaan Indonesia yang telah menjadi tonggak berdirinya Indonesia tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya pengakuan dari negara lain. Latar Belakang Konflik Antara Indonesia – Belanda Kekalahan Jepang kepada Sekutu mengakibatkan Jepang harus kehilangan semua daerah jajahannya di Asia termasuk Indonesia. Semua wilayah kekuasaan Jepang berada di bawah pengawasan Sekutu. Pasukan Sekutu yang bertugas di Indonesia merupakan bawahan dari Komando Asia Tenggara (South East Asia Command atau SEAC) di bawah pimpinan Laksamana Lord Louis Mountbatten. Untuk melaksanakan tugasnya di Indonesia Mountbatten membentuk suatu komando khusus yang diberi nama Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) di bawah pimpinan Letnan Jenderal Sir Philip Christison. Berikut ini adalah beberapa tugas AFNEI di Indonesia. 1 Menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang. 2 Membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu. 3 Melucuti dan mengumpulkan orang Jepang untuk kemudian dipulangkan ke negaranya. 4 Menegakkan dan mempertahankan keadaan damai untuk kemudian diserahkan kepada pemerintah sipil. 5 Menghimpun keterangan tentang penjahat perang dan menuntut mereka di depan pengadilan Serikat. Kedatangan pasukan Sekutu ini semula disambut pihak Indonesia dengan sikap terbuka. Namun setelah diketahui bahwa pasukan Sekutu tersebut diboncengi NICA (Netherlands Indies Civil Administration) yang dengan terang¬terangan hendak menegakkan kembali kekuasaan Hindia Belanda maka sikap Indonesia pun berubah menjadi curiga dan bermusuhan. NICA adalah pemerintahan sipil Hindia Belanda yang dibentuk di Australia saat Indonesia dikuasai Jepang. Situasi pun semakin memanas setelah NICA mempersenjatai kembali orang-orang KNIL yang baru dilepaskan dari tahanan Jepang. SEKUTU MENYERBU KAIN BATIK BENTENAN DAN KAIN BATIK BANDUNG(IKLAN) Di kota-kota yang didatangi pasukan Sekutu selalu terjadi insiden-insiden pertempuran dengan pihak RI. Hal ini dikarenakan pasukan Sekutu tersebut tidak menghormati kedaulatan Republik Indonesia dan tidak menghargai pemimpin-pemimpinnya baik di pusat maupun daerah. Kedatangan pasukan Sekutu dan NICA ini tentu saja tidak bisa diterima Indonesia karena dianggap sebagai ancaman bagi kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu timbullah pertentangan antara rakyat Indonesia dengan pasukan Sekutu dan Belanda. Bab 3 Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan (1945 – 1949) 55 Peran Dunia Internasional B. dalam Konflik Indonesia – Belanda Sumber: 30 Tahun Indonesia Merdeka 1981 Gambar 3.2 Pertemuan wakil-wakil Indonesia Belanda dan Inggris di Jakarta. Upaya Inggris untuk mendamaikan Indonesia dan Belanda diawali dengan mempertemukan pihak Indonesia dengan Belanda. Pada tanggal 17 November 1945 dan bertempat di Markas Besar Tentara Inggris di Jakarta untuk kali pertama diadakan pertemuan antara pemerintah Republik Indonesia Belanda dan Sekutu. Pihak Sekutu diwakili oleh Letnan Jenderal Christison pihak Belanda oleh Dr. H.J. van Mook selaku Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda sedangkan delegasi Republik Indonesia dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Syahrir. Tujuan Inggris mengadakan pertemuan tersebut adalah untuk mempertemukan pihak Indonesia dan Belanda dan menjelaskan maksud kedatangan tentara Sekutu ke Indonesia. Akan tetapi pertemuan ini berakhir tanpa hasil apa pun. Setelah perundingan di Jakarta gagal Inggris kemudian mengadakan perundingan di Hooge Veluwe (Belanda). Seperti pada pertemuan sebelumnya perundingan di Hooge Veluwe pun mengalami jalan buntu. Pihak Inggris kemudian menawarkan jasa baiknya dengan mengutus Lord Killearn untuk menjadi penengah. Ia berhasil mempertemukan Indonesia dan Belanda dalam perundingan di Linggarjati. Meskipun Persetujuan Linggarjati telah ditandatangani hubungan Indonesia – Belanda tetap tidak bertambah baik. Bahkan Belanda melakukan aksi militer yang disebut Agresi Militer Belanda I. Aksi militer yang dilakukan Belanda merupakan suatu ancaman bagi perdamaian dunia. Oleh karena itu PBB mengeluarkan resolusi yang kemudian ditindaklanjuti dengan dibentuknya badan arbitrase yang bernama Komisi Tiga Negara (KTN). Berkat usaha KTN pemerintah RI dan Belanda mengadakan perundingan di atas Kapal Renville milik Amerika Serikat. Akhir dari Perundingan Renville sama dengan Perundingan Linggarjati yaitu Belanda melaksanakan aksi militer keduanya yang disebut Agresi Militer Belanda II. Menanggapi aksi Belanda tersebut PBB mengeluarkan resolusi dan membentuk UNCI. Sebagai tindak lanjut dari resolusi PBB ini maka Belanda mulai mengadakan pendekatan-pendekatan politis. Perdana Menteri Belanda Dr. Dress mengundang Prof. Dr. Soepomo untuk berunding. Pertemuan serupa juga dilakukan oleh BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) yang terdiri atas Mr. Djumhana dr. Ateng Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta. BFO dan Indonesia sering mengadakan perundingan bersama untuk menghadapi perundingan-perundingan dengan Belanda. Salah satu bukti dekatnya hubungan Indonesia dan BFO adalah adanya rekonsiliasi (kerukunan kembali) antara RI dan BFO yang pada akhirnya menghasilkan kesepakatan bersama untuk membentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) beserta kelengkapannya seperti APRIS. Berdasarkan petunjuk dari Dewan Keamanan PBB maka pada tanggal 14 April 1949 atas inisiatif komisi PBB untuk Indonesia diadakan perundingan antara RI – Belanda. Salah satu kesepakatan dalam perundingan ini adalah rencana untuk menyelenggarakan Konferensi Meja Bundar (KMB). Dalam KMB tersebut Belanda akan menyerahkan kedaulatan atas Hindia Belanda kepada Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh. Pengaruh Konflik Indonesia – Belanda Terhadap NKRI Adanya konflik antara Indonesia dan Belanda sangat memengaruhi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di daerah-daerah muncul berbagai insiden yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Selain itu Belanda yang ingin menguasai kembali wilayah Indonesia mulai menerapkan politik devide et impera (memecah belah persatuan) dan melakukan tekanan-tekanan politik militer dan ekonomi terhadap Indonesia. Berikut ini adalah beberapa tekanan politik yang telah dilakukan Belanda terhadap Indonesia. 1. Belanda Menyelenggarakan Konferensi Malino Konferensi Malino berlangsung di Sulawesi Selatan pada tanggal 15 sampai 25

KEMERDEKAAN MEMBUAT BATIK SEMAKIN MEMPOPULER

Rp ,-

Informasi dan Pemesanan :

0271-8202839
085647595948
WA / SMS / TELEGRAM

Hubungi kami dengan Chat WA









Hubungi kami dengan Chat WA




Hubungi kami dengan Chat WA




Katalog Motif Kain Batik


Katalog Motif Seragam Batik


Katalog Motif Jarik


Hubungi kami dengan Chat WA