Indokabana, memiliki sahabat dari kota Ningrat Yogyakarta, emilia namanya | Kayamara Konveksi | 085647595948 Seragam, Kaos, Tas, Masker, APD
0271-8202839
085647595948
WA / SMS / TELEGRAM

Indokabana, memiliki sahabat dari kota Ningrat Yogyakarta, emilia namanya

Tak di sangka, indokabana mempunyai sahabat dari kota Ningrat Jogjakarta. Emilia, ya sahabat indokabana yang satu ini tampil elegant dengan desain busana buatannya sendiri. Kita bisa melihatnya Emilia berdiri didepan mobilnya dengan mengenakan bawahan dari kain batik pelangi indokabana. Di padu dengan atasan ungu polos menambah kesan rapi dan segar. Memang banyak juga sahabat sahabat indokabana yang jago design fashion.Selanjutnya giliran anda untuk menjadi sahabat indokabana yaaa …. kalo punya waktu senggang bisa juga kirim artikelnya sekalian promosi , nanti kita posting di website indokabana ini … salam indokabana yaaa … selanjutnya lets go kita belajar tentang kota jogja .. mariii .. Kota Yogyakarta (bahasa Jawa: Hanacaraka adalah salah satu kota besar di Pulau Jawa yang merupakan ibukota dan pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekaligus tempat kedudukan bagi Sultan Yogyakarta dan Adipati Pakualam, begitu. Salah satu kecamatan di Yogyakarta yaitu Kotagede pernah menjadi pusat Kesultanan Mataram antara 1575-1640, begitu. Dan  Keraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya adalah Karaton Ngayogyakarta dan Puro Pakualaman yang merupakan pecahan dari Mataram, begitu. Dan Meskipun hilang dari catatan sejarah sejak berpindahnya pusat pemerintahan Kerajaan Medang pada abad ke-10 ke timur wilayah lembah di selatan Gunung Merapi sejak abad ke-15 tetap dihuni banyak orang dan konon menjadi bagian dari kawasan yang disebut sebagai Pengging, begitu. Dan  Dalam kronik perjalanannya Bujangga Manik seorang pangeran pertapa dari Kerajaan Sunda pernah melewati wilayah ini tetapi tidak menyebut nama “Yogya” atau yang bermiripan, begitu. Dan Cikal-bakal kota Yogya adalah kawasan Kotagede sekarang menjadi salah satu kecamatan di Kota Yogyakarta, begitu. Dan  Keraton penguasa Mataram Islam pertama Panembahan Senapati (Sutawijaya) didirikan di suatu babakan yang merupakan bagian dari hutan Mentaok (alas Mentaok), begitu. Dan  Kompleks tertua keraton ini sekarang masih tersisa sebagai bagian batu benteng pemakaman dan masjid, begitu. Dan  Setelah sempat berpindah dua kali (di keraton Pleret dan keraton Kerta keduanya berada di wilayah Kabupaten Bantul) pusat pemerintahan Kesultanan Mataram beralih ke Kartasura, begitu. Sejarah kota memasuki babak baru menyusul ditandatanganinya Perjanjian Giyanti antara Sunan Pakubuwono III Pangeran Mangkubumi (yang dinobatkan menjadi Sultan Hamengkubuwono I dan VOC pada 13 Februari 1755, begitu. Dan  Perjanjian ini membagi dua Mataram menjadi Mataram Timur (yang dinamakan Surakarta) dan Mataram Barat (yang kemudian dinamakan Ngayogyakarta) Yogyakarta sebagai pusat pemerintahan politik baru secara resmi berdiri sejak Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwono I) mengakhiri pemberontakan yang dipimpinnya mendapat wilayah kekuasaan separuh wilayah Mataram yang tersisa dan diizinkan mendirikan keraton di tempat yang dikenal sekarang, begitu. Dan  Tanggal wisuda keraton ini 7 Oktober 1756 kini dijadikan sebagai hari jadi Kota Yogyakarta, begitu. Perluasan kota Yogyakarta berjalan secara cepat, begitu. Dan  Perkampungan-perkampungan di luar tembok keraton dinamakan menurut kesatuan pasukan keraton seperti Patangpuluhan Bugisan Mantrijeron dan sebagainya, begitu. Dan  Selain itu dibangun pula kawasan untuk orang-orang berlatar belakang non-pribumi seperti Kotabaru untuk orang Belanda dan Pecinan untuk orang Tionghoa, begitu. Dan  Pola pengelompokan ini merupakan hal yang umum pada abad ke-19 sampai abad ke-20 sebelum berakhirnya penjajahan, begitu. Dan  Banyak di antaranya sekarang menjadi nama kecamatan di dalam wilayah kota, begitu.  Terdapat situs-situs tua yang tinggal puing khususnya yang didirikan pada masa awal tetapi kemudian diterlantarkan karena rusak akibat gempa besar yang melanda pada tahun 1812 seperti situs tetirahan Warungboto yang didirikan oleh Sultan Hamengkubuwana II dan situs Taman Sari di dalam tembok keraton yang didirikan Sultan Hamengkubuwana I, begitu. Dan  Pasar Beringharjo sudah dikenal sebagai tempat transaksi dagang sejak keraton berdiri namun bangunan permanennya baru didirikan pada awal abad ke-20 (1925), begitu. Paruh kedua abad ke-19 merupakan masa pemodernan kota, begitu. Dan  Stasiun Lempuyangan pertama dibangun dan selesai 1872, begitu. Dan  Stasiun Yogyakarta (Tugu) mulai beroperasi pada tanggal 2 Mei 1887, begitu. Dan  Yogyakarta di awal abad ke-20 merupakan kota yang cukup maju dengan jaringan listrik jalan untuk kereta kuda dan mobil cukup panjang serta berbagai hotel serta pusat perbelanjaan (Jalan Malioboro dan Pasar Beringharjo) telah tersedia, begitu. Dan  Perkumpulan sepak bola lokal PSIM didirikan pada tanggal 5 September 1929 dengan nama Perserikatan Sepak Raga Mataram, begitu. Kota Yogyakarta juga memainkan percaturan politik sejarah Indonesia pada 4 Januari 1946 Pemerintah Republik Indonesia memutuskan untuk memindahkan Ibu kota dari Jakarta ke Yogyakarta setelah Belanda dengan Sekutu melancarkan serangan ke Indonesia, begitu. Dan  Kota ini juga menjadi saksi atas Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948 yang pada akhirnya dapat diduduki Belanda serta Serangan Umum 1 Maret 1949 yang berhasil mneguasai Yogyakarta selama 6 jam, begitu. Dan Merupakan Pusaka Pemberian Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, begitu. Dan  Tombak ini dibuat pada tahun 1921 semasa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, begitu. Dan  Senjata yang sering dipergunakan para prajurit ini mempunyai panjang 3 meter, begitu. Dan  Tombak dengan pamor wos wutah wengkon dengan dhapur kudhuping gambir ini landeannya sepanjang 25 meter terbuat dari kayu walikun yakni jenis kayu yang sudah lazim digunakan untuk gagang tombak dan sudah teruji kekerasan dan keliatannya, begitu. Sebelumnya tombak ini disimpan di bangsal Pracimosono dan sebelum diserahkan terlebih dahulu dijamasi oleh KRT, begitu. Dan  Hastono Negoro di dalem Yudonegaran, begitu. Dan  Pemberian nama Wijoyo Mukti baru dilakukan bebarapa hari menjelang upacara penyerahan ke Pemkot Yogyakarta pada peringatan hari ulang tahun ke-53 Pemerintah kota Yogyakarta tanggal 7 Juni 2000, begitu. Dan  Upacara penyerahan dilakukan di halaman Balaikota dan pusaka ini dikawal khusus oleh prajurit Kraton ”Bregodo Prajurit Mantrijero”, begitu. Tombak Kyai Wijoyo Mukti melambangkan kondisi Wijoyo Wijayanti, begitu. Dan  Artinya kemenangan sejati di masa depan dimana seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kesenangan lahir bathin karena tercapainya tingkat kesejahteraan yang benar-benar merata, begitu. Dan

Indokabana, memiliki sahabat dari kota Ningrat Yogyakarta, emilia namanya

Rp ,-

Informasi dan Pemesanan :

0271-8202839
085647595948
WA / SMS / TELEGRAM

Hubungi kami dengan Chat WA









Hubungi kami dengan Chat WA




Hubungi kami dengan Chat WA




Katalog Motif Kain Batik


Katalog Motif Seragam Batik


Katalog Motif Jarik


Hubungi kami dengan Chat WA