Batik Garut Dalam Perkembangannya | Kayamara Konveksi | 085647595948 Seragam, Kaos, Tas, Masker, APD
0271-8202839
085647595948
WA / SMS / TELEGRAM

Batik Garut Dalam Perkembangannya

Domba Garut yang tanduknya khas melingkar hingga ke bawah telinga menjadi inspirasi bagi Iman Romdiana (43) untuk membuat satu motif batik tulis asii Garut Jawa Barat. Pelestari motif batik tulis dari Gang Gunung Kasur Jalan Ciledug Garut Kota ini selalu menggali potensi alam Garut mulai dari binatang hingga tanaman untuk membuat ratusan motif batik “Beken” yang dikembangkannya. Merak ibing (burung merak menari) bulu hayam (bulu ayam) mojang (gadis) Pri- angan atau kurung hayam (kmiing ayam) merupakan empat dari sepuluh lebih motif asli Garut yang dikem- bangkan Iman. Ayah beranak satu ini juga mengembangkan turunan motif dari 420 motif batik yang ada di Jawa Barat. Iman hampir hafal di luar kepa- la ke 420 motif yang dikembangkan¬nya itu. Nama Beken itu sendiri merupakan pemberian Ketua Yayasan Batik Jawa Barat Sendy Ramania Dede Yusuf. Semula keluarga Iman menamakan batiknya adalah Buken yang merupa-kan singkatan dari Ibu K Sukaenah ibunya Iman yang meneruskan tradisi batik dari leluhumya. ’’Lebih keren kalau namanya batik beken agar ter- kenal ke mana-mana. Sejak itulah na¬ma Beken kami pakai” kenang Iman saat istri Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf (2008-2013) memberinya nama itu lima tahun lalu. Keluarga Ibu K Sukaenah merupa¬kan satu dari puluhan keluarga yang hingga kini melestarikan tradisi batik garutan sebutan untuk batik asli Ga¬rut. Sejarah batik garut menurut ke¬luarga Sukaenah seperti tertulis da- lam situs Batikgarutku.com merupakan warisan turun temurun dan telah berkembang sebelum masa kemerde- kaan. Setelah kemerdekaan batik ga¬rut makin populer dengan sebutan batik tulis garutan dan mengalami masa jaya tahun 1967-1985. Seiring dengan berbagai keterbatas- an mulai dari bahan baku kain dasar modal dan lemahnya pemasaran ke- giatan para penerus atau generasi ba¬tik garut mengalami pasang surut. Ditambah munculnya persaingan cu- kup kuat dari produsen batik lain yang menggunakan teknik modern seperti mesin printing aktivitas pelestari batik tradisional makin tersisih. Potensi batik tradisional tumbuh kembali setelah mendapat angin segar dari ’’tradisi batik Jumat” yakni peng- gunaan seragam batik oleh para karya- wan terutama pegawai negeri sipil. Kondisi itu juga mengimbas pada usa- ha batik tulis Garut asli yang digeluti keluarga Ibu K Sukaenah. Dari alam Garut Iman mencoba tampil dengan membuat motif batik asli Garut dan mengembangkan motif yang sudah ada di pasaran. Lagi pula Teh Ani putri sulung Ibu K Sukaenah yang juga kakak Iman lebih tertarik menjualkan batik ”Saya hanya bertugas menunggui stan dan menjual batik kepada pengunjung. Yang membuat termasuk merancang motifnya adalah adik saya Iman” ujar Teh Ani saat mengikuti pameran di halaman pendopo Kabu- paten Garut awal Mei lalu. Menurut Teh Ani adiknya lebih cepat memahami dan membuat motif batik jika ada orang memesan. Di kalangan pembatik tulis batik sering diartikan ’’menulis titik’ yang diambil dari gabungan kata amba dan titik dalam bahasa Jawa. Zaman da- hulu batik hanya ditulis dan dilukis menggunakan daun lontar dengan motif yang dominan adalah binatang dan tumbuhan. Corak batik sendiri mempunyai filosofi dari setiap daerah itu berasal sehingga setiap daerah mempunyai motif dan corak yang ber- beda. Begitu pula batik-batik yang dikem- bangkan Iman adalah motif yang berasal dari alam sekitar Garut. Keteram- pilan membuat motif batik awalnya hanya belajar sendiri. Iman tidak belajar khusus batik dari sekolah for¬mal karena pendidikanya hanya sam- pai di SMP. Namun ia ’’dikuliahkan” untuk mendalami berbagai motif batik oleh sejumlah instansi di Garut se¬perti Dinas Perindustrian atau Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Me- nengah .karena melihat keterampilan mem¬buat motif batik yang dimiliki anak kedua Ibu K Sukaenah ini. Bertahun- tahun hasil pelatihan itu diperlukan untuk melatih para pembatik lain yang masih memproduksi batik tulis di ka- bupaten ini. Kini tugas Iman selain membuat motif batik untuk dikembangkan oleh keluarganya juga melatih pembatik tradisional yang ada di lingkungan Kabupaten Garut. Di rumahnya se- kitar 20 potong batik tulis diproduksi setiap bulannya yang cara pembuatannya mengguna¬kan tangan dan dihiasi dengan corak dan tekstur tertentu. Waktu pengerja- annya memakan waktu rata-rata satu bulan per potong dan dijual sekitar Rp 15 juta per potong. Untuk mengenalkan batik tradi¬sional ini keluarga Iman kerap meng- ikuti berbagai pameran baik yang di- selenggarakan pemerintah daerah dan mal. Pamerannya berkeliling mulai dari Garut Bandung Jakarta hingga ke Bali. ’’Kami pemah diikutsertakan pameran di Istana Negara di Jakarta” ungkapnya.Keluarga ini juga menerima pe- sanan motif batik sesuai keinginan pemesannya. Biasanya pemesan mem- bawa gambar tertentu untuk dibu- atkan kain batiknya. Iman lalu meng- gambar dan merancang motifnya ke- mudian pembatik menuliskan motif itu pada kain. Motif-motif batik jenis ini biasanya eksklusif karena tidak ada persamaannya di pasaran. Awal Mei lalu misalnya Iman men- dapat pesanan membuat batik bermo- tifkan putri keraton dari Yogyakarta. Motif putri keraton itu ingin dibuat- kan dengan batik garutan. Setelah bergelut dengan pembuatan batik selama lebih dari 25 tahun Iman juga membuat model baju batik yang coraknya divariasikan atau diberi sen- tuhan kreatif sesuai perkembangan mode terkini. Ini didasarkan pada fungsi kain batik yang makin meluas. Batik tidak hanya digunakan pemakai- nya untuk menghadiri acara resmi dan tertentu tetapi biasa digunakan untuk kegiatan sehari-hari seperti menjadi salah satu seragam keija pada hari Kamis atau Jumat. Bahkan tidak sedikit pihak dan ko- munitas batik secara terus-menerus mencanangkan penggunaan batik. Tentu saja Iman bersukacita’Tcarena semaneat ini sancat memhantii iimra Semakin tinggi sebuah pohon maka semakin kencang angin yang menerpanya. Pepatah ini berlaku bagi Sri Karmini Kepala Sekolah SDN Keputran 06 Pekalongan. Jabatan kepala sekolah yang ia emban menjadi pencapaian atas kariernya selama menjadi guru sekaligus tantangan baru baginya.

Batik Garut Dalam Perkembangannya

Rp ,-

Informasi dan Pemesanan :

0271-8202839
085647595948
WA / SMS / TELEGRAM

Hubungi kami dengan Chat WA









Hubungi kami dengan Chat WA




Hubungi kami dengan Chat WA




Katalog Motif Kain Batik


Katalog Motif Seragam Batik


Katalog Motif Jarik


Hubungi kami dengan Chat WA