BAPAK SOEHARTO MENYUKAI BATIK TRADISIONAL | Kayamara Konveksi | 085647595948 Seragam, Kaos, Tas, Masker, APD
0271-8202839
085647595948
WA / SMS / TELEGRAM

BAPAK SOEHARTO MENYUKAI BATIK TRADISIONAL

Sebelum serangan dilancarkan Letnan Kolonel Soeharto mengadakan koordinasi dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX (Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta). KAIN BATIK DI BANDUNG KAIN BATIK DAN TENUN Serangan Umum 1 Maret 1949 dilakukan oleh pasukan TNI dari Brigade 10/Wehkreise III di bawah pimpinan Letnan Kolonel Soeharto. Sebelum serangan dilancarkan Letnan Kolonel Soeharto mengadakan koordinasi dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX (Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta). Untuk memudahkan penyerangan maka wilayah penyerangan dibagi dalam lima sektor berikut ini. Sektor Barat dipimpin oleh Letnan Kolonel Ventje Sumual. Sektor Selatan dan Timur dipimpin oleh Mayor Sardjono. Sektor Utara dipimpin oleh Mayor Kusno. Sektor Kota dipimpin oleh Letnan Amir Murtono dan Letnan Masduki. Sebelum rencana ini dilaksanakan Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta telah dimintai persetujuannya. Pada malam hari menjelang serangan umum itu pasukan-pasukan TNI telah mendekati kota dan dalam jumlah kecil mulai disusupkan ke dalam kota. Pagi hari pada tanggal 1 Maret 1949 ± pukul 06.00 WIB sewaktu sirine berbunyi tanda jam malam telah berakhir serangan umum dilancarkan dari segala penjuru kota. Pasukan Belanda tidak menduga akan ada serangan mendadak seperti itu sehingga dalam waktu yang relatif singkat pasukan TNI berhasil memukul mundur pasukan Belanda keluar Yogyakarta. Dengan demikian pasukan TNI berhasil menduduki kota Yogyakarta selama 6 jam sesuai dengan rencana semula. Sekitar pukul 12.00 WIB pasukan TNI mulai mundur keluar kota sebelum pasukan bantuan Belanda tiba. Jadi Serangan Umum 1 Maret 1949 telah mencapai tujuannya berikut ini. a. Ke dalam 1) Mendukung perjuangan yang dilaksanakan secara diplomasi. 2) Meninggikan moral rakyat serta TNI yang sedang bergerilya. b. Ke luar 1) Menunjukkan kepada dunia internasional bahwa TNI mempunyai kekuatan yang mampu mengadakan ofensif. 2) Mematahkan moral pasukan Belanda. Berikut ini dampak dari Serangan Umum 1 Maret 1949. Meningkatkan semangat para pejuang RI. Mengundang simpati para pemimpin negara federal bentukan Belanda. Mengubah sikap Amerika Serikat untuk berbalik menekan Belanda. Menjadi dasar bagi para diplomat RI dan negara pendukung RI untuk membawa persoalan Indonesia ke forum PBB. Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan peristiwa yang sangat penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Serangan umum ini juga membuktikan bahwa negara RI masih memiliki kekuatan meskipun ibukota RI diduduki Belanda. Untuk memperingati bebasnya Yogyakarta dari Belanda dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 maka dibangunlah Monumen Yogya Kembali. Faktor-Faktor yang Memaksa Belanda Keluar dari Indonesia Perjuangan yang dilakukan bangsa Indonesia untuk mempertahankan keutuhan wilayah Republik Indonesia baik melalui perjuangan diplomasi maupun perjuangan bersenjata ternyata tidak sia-sia. Bangsa Indonesia telah berhasil memaksa Belanda untuk mengakui kedaulatan negara Republik Indonesia dan mendesak keluar dari wilayah RI. Keberhasilan bangsa Indonesia tersebut tidak lepas dari beberapa faktor berikut ini. 1. Kesiapan Rakyat Indonesia dalam Menghadapi Setiap Aksi Militer yang Dilakukan Belanda Aksi militer yang dilakukan Belanda dalam Agresi Militer I dan II dihadapi oleh rakyat Indonesia dengan perencanaan yang matang dan didukung dengan keberanian rakyat untuk menghadapi Belanda serta didorong oleh semangat nasionalisme yang tinggi. Contohnya saat menghadapi agresi militer II rakyat dan TNI telah memiliki strategi khusus seperti sistem supit urang perang gerilya dan sistem wehrkreise. KAIN BATIK DENGAN MOTIF GEOMETRIS MENGGUNAKAN BENTUK APA KAIN BATIK DAYAK Para pejuang dan TNI menyelinap ke hutan-hutan dan menguasai daerah-darah pedesaan. Ketika konsolidasi kekuatan sudah selesai TNI segera mengadakan serbuan terhadap Belanda dan kemudian menghilang. Sumber: 30 Tahun Indonesia Merdeka 1981 Soeharto dan anak buah di hutan Bab 3 Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan (1945 – 1949) 73 Dengan strategi seperti itu Belanda kewalahan menghadapi TNI dan para pejuang. 2. RI Tetap Ada dan Berjalan Seperti Biasa Pada Waktu Belanda Menduduki Ibukota Saat terjadi Agresi Militer Belanda II para pemimpin bangsa ditangkap Belanda. Namun sebelum ditangkap presiden Sekarno mengirim mandat kepada Syarifuddin Prawiranegara untuk mendirikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Tujuannya untuk menjalankan pemerintahan RI dan menunjukkan kepada dunia internasional bahwa pemerintah RI masih tetap ada meskipun para pemimpin bangsa ditawan Belanda. 3. Semangat Juang TNI untuk Tetap Mempertahankan Kemerdekaan Meskipun Yogyakarta telah dikuasai Belanda dalam Agresi Militer II TNI tetap menjalankan tugasnya dan tidak hancur. Untuk menghadapi Belanda TNI sengaja mundur dari Yogyakarta dengan maksud untuk menghimpun kekuatan bersama rakyat sambil memikirkan taktik perjuangan yang tepat dalam mengusir Belanda dari Yogyakarta. Selain perang gerilya (atas inisiatif Panglima Soedirman) TNI juga melancarkan Serangan Umum pada tanggal 1 Maret 1949. Serangan Umum itu telah berhasil memukul mundur tentara Belanda dari Yogyakarta. 4. Adanya Tekanan dari Dunia Internasional Agresi Militer yang dilakukan Belanda atas Indonesia mendapat reaksi keras dari dunia internasional. Salah satu negara yang menekan Belanda adalah Amerika Serikat. AS mengancam Belanda akan menghentikan bantuan ekonominya apabila Belanda tidak menarik mundur pasukannya dari wilayah RI. Selain AS Dewan Keamanan PBB juga mendesak Belanda untuk menghentikan operasi militernya. Desakan dan tekanan dari dunia internasional tersebut memaksa Belanda untuk kembali melaksanakan perundingan dengan Indonesia. Perundingan terakhir yang dilakukan adalah Konferensi Meja Bundar. Dengan ditanda-tanganinya KMB maka Belanda mau mengakui kedaulatan RI dan memaksa Belanda untuk keluar dari Indonesia. Bab 3 Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan (1945 – 1949) 75 Soal-Soal Latihan A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1 . Perundingan Linggarjati dilaksanakan pada tanggal … . 18 September 1945 10 November 1946 17 Agustus 1946 23 Desember 1949 Pengakuan kedaulatan RI oleh Belanda dilaksanakan pada tanggal … . a. 23 Agustus 1949 b. 2 November 1949 c. 27 Desember 1949 d. 30 Desember 1949 3 . Agresi Militer Belanda II terjadi pada tanggal … . 17 Januari 1948 19 Desember 1948 23 Desember 1948 19 Juli 1949 Pasukan Sekutu yang mendarat di Surabaya dipimpin oleh … . a. Lord Killearn b. Jenderal Mallaby c. Brigadir Jenderal T.E.D. Kelly d. van Mook 5 . Berikut ini yang bukan anggota Komisi Tiga Negara (KTN) adalah … . India c. Amerika Serikat Belgia d. Australia 6 . Pemerintah Darurat Militer yang di¬bentuk Syafruddin Prawiranegara atas perintah Presiden Soekarno berada di …. Surabaya c. Sulawesi Sumatra d. Jakarta 7 . KAIN BATIK E KAIN BATIK ENCIM Delegasi Indonesia yang menghadiri KMB di Den Haag dipimpin oleh … . Ir. Soekarno Drs. Moh. Hatta Sultan Hamid II Sri Sultan Hamengku Buwono IX 8 . Komando khusus yang dibentuk oleh Louis Mountbatten untuk Indonesia adalah … . NICA c. SEAC AFNEI d. KNIL 9 . Agresi Militer Belanda I merupakan pengingkaran terhadap … . Perundingan Renville Perundingan Meja Bundar Perundingan Roem Royen Perundingan Linggarjati 1 0 . Tokoh diplomat Inggris yang berhasil mempertemukan Indonesia dan Belanda dalam Perundingan Linggarjati adalah … . Lord Killearn Sir Clark Kerr Sir Philip Christison Lord Louis Mountbatten 1 1 . Dampak Serangan Umum 1 Maret 1949 yang menunjang perjuangan diplomasi Indonesia adalah … . menunjukkan bahwa TNI masih ada meningkatkan semangat juang TNI menjadi landasan untuk membawa masalah RI ke forum PBB berhasil menguasai Yogyakarta selama 6 jam 1 2 . Perundingan yang mendorong adanya pengakuan kedaulatan RI adalah … . Perundingan Renville Konferensi Meja Bundar Perjanjian Linggarjati Perundingan Roem Royen 1 3 . Berikut ini tugas-tugas AFNEI di Indonesia kecuali … . menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang melucuti dan memulangkan tentara Jepang ke negerinya membebaskan tahanan perang dan interniran Sekutu menyerahkan kekuasaan kepada Indonesia 1 4 . Salah satu isi Perundingan Renville adalah … . Belanda mengakui kedaulatan RI atas Jawa Madura dan Sumatra penghentian aksi tembak-menembak akan dibentuk Uni Indonesia -Belanda Belanda menyetujui pemulihan pemerintahan di Yogyakarta 1 5 . Hasil Perundingan Renville sangat me¬rugikan bangsa Indonesia sebab … . adanya seorang Indonesia yang berpihak kepada Belanda kekuatan Belanda semakin besar wilayah Indonesia semakin sempit Indonesia dikucilkan oleh negara-negara anggota PBB 1 6 . Sikap bangsa Indonesia atas ke-datangan NICA adalah … . menerima dengan senang hati menerima dengan terbuka tetapi dengan syarat NICA harus tunduk kepada Indonesia tidak bisa menerima karena me-rupakan ancaman bagi kemerdekaan Indonesia tidak bisa menerima karena NICA berkawan dengan Sekutu 1 7 . Perundingan Linggarjati berhasil mengundang simpati internasional. Hal ini terbukti dengan adanya … . bantuan-bantuan yang datang dari luar negeri pengakuan kedaulatan oleh dunia internasional embargo bagi Belanda dari PBB seruan dari dunia internasional agar Belanda segera mundur dari wilayah RI 1 8 . Alasan pemerintah menerima hasil Perundingan Linggarjati adalah … . cara damai akan mengundang simpati dunia internasional persenjataan Indonesia habis dilucuti oleh Belanda agar TNI dapat istirahat berperang perjuangan fisik membuat rakyat jenuh 1 9 . Pertempuran Surabaya tanggal 10 No¬vember 1945 dilatarbelakangi oleh …. adanya ultimatum Sekutu agar rakyat Surabaya menyerah Sekutu mengibarkan bendera Belanda di Hotel Yamato Sekutu membakar kota Surabaya Rakyat Surabaya menolak membantu Sekutu menghadapi Jepang Bab 3 Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan (1945 – 1949) 77 2 0 . Alasan Yogyakarta dijadikan ibukota adalah … . Yogyakarta jauh dari jangkauan Belanda para pejabat pemerintah senang tinggal di Yogyakarta untuk kelangsungan pemerintahan Republik Indonesia Yogyakarta adalah daerah istimewa B. Jawablah dengan singkat dan benar! 1 . Kapan KMB dilaksanakan? Siapa yang memimpin pertempuran Surabaya? 3 . Kapan Hari Pahlawan Nasional diperingati? 4 . Jelaskan yang dimaksud Garis van Mook! 5 . Jelaskan perbedaan antara perjuangan diplomasi dengan perjuangan bersenjata! 6 . Apa tujuan NICA membonceng pasukan Sekutu ke Indonesia? Sebutkan arti penting Serangan Umum 1 Maret 1949 baik ke dalam dan ke luar negeri! 8 . Apa yang menyebabkan rakyat Bandung membumihanguskan kota Bandung sebelum meninggalkan kota tersebut? 9 . Jelaskan secara singkat awal mula terjadinya Pertempuran Medan Area! 1 0 . Apa yang melatarbelakangi Bandung menjadi lautan api? Peta Konsep BAB 4 INDONESIA PASCA PENGAKUAN KEDAULATAN (1950 – 1966) INDONESIA PASCA PENGAKUAN KEDAULATAN (1950 – 1966) Sumber: 30 Tahun Indonesia Merdeka Jilid 2 1988 Presiden Soekarno membacakan Dekrit 5 Juli 1959 di Istana Merdeka. Pendahuluan Pada bab 3 kalian telah mempelajari perjuangan fisik dan diplomasi bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan. Kondisi ini memengaruhi kehidupan politik sosial ekonomi dan pemerintahan Indonesia. Hal ini sudah terlihat sejak Republik Indonesia berdiri pada tanggal 17 Agustus 1945. Sistem ketatanegaraan Indonesia selalu berubah. Pada awal kemerdekaan Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensiil sesuai dengan UUD 1945 sebagai sumber hukum negara. Namun kenyataannya hal-hal yang telah ditetapkan dalam UUD 1945 tersebut tidak dapat dilaksanakan sebagaimana

BAPAK SOEHARTO MENYUKAI BATIK TRADISIONAL

Rp ,-

Informasi dan Pemesanan :

0271-8202839
085647595948
WA / SMS / TELEGRAM

Hubungi kami dengan Chat WA









Hubungi kami dengan Chat WA




Hubungi kami dengan Chat WA




Katalog Motif Kain Batik


Katalog Motif Seragam Batik


Katalog Motif Jarik


Hubungi kami dengan Chat WA